| |
PLUS MINUS
FORMULA PESANGON
Narasumber : Stephanie Gunawan (PCG Senior Consultant)
Dikutip dari majalah Info Bank, November 2002
Banyak kriteria yang dipakai
sebelum pekerja di-PHK. Formula pesangon PHK perbankan
memang paling menarik ketimbang industri lain.
Kenapa perbankan tidak perlu takut kehilangan
pekerja berpotensinya?
Pekerja berkinerja bagus bias
ikut tergusur jika bank menawarkan formula Pemutusan
Hubungan Kerja (PHK) yang tidak pas. Setiap formula
memang ada plus minusnya. Inilah penuturan Stephanie
Gunawan, konsultan sumber daya manusia (SDM),
yang pernah punya pengalaman mengonsultani rasionalisasi
pekerja di industri perbankan, kepada Info Bank,
belum lama ini. Petikannya:
Apa yang Anda lakukan sebelum
merasionalisasi pekerja bank–bank yang akan
dimerger?
Langkah pertama adalah mengumpulkan seluruh data
dari bank – bank yang akan dimerger, seperti
data karyawan tetap ataupun yang masih kontrak
dan data penggajian. Kedua, diskusi dengan bank
terkait mengenai dampak dan reaksi yang akan terjadi.
Ketiga, melakukan proses seleksi karyawan dengan
cara fokus interview dan tes lain seperti IQ (Intelligence
quotient-Red.). keempat, membantu program komunikasi
yang akan dilakukan bank hasil merger tersebut
dengan pihak karyawan.
Apa kriteria pekerja layak di-PHK?
Performa kurang begitu baik dalam beberapa tahun
terakhir. Lalu, dilihat dari sisi umur, khususnya
untuk level–level bawah. Faktor pendidikan
juga bisa dijadikan acuan, walau bukan merupakan
suatu hal yang mutlak.
Bagaimana formula pesangon PHK-nya?
Formula pesangon PHK yang akan digunakan dalam
proses merger tersebut biasanya dibuat berdasarkan
kemampuan perusahaan. Ada beberapa konsep acuan
formula yang telah dipakai beberapa perusahaan
dalam merasionalisasi karyawan mereka, yaitu uang
pesangon yang dikalkulasikan berdasarkan masa
kerja dengan besar minimum gaji dua kali gaji
per bulan dan maksimum delapan kali gaji per bulan
ditambah uang jasa.
Uang jasa tersebut juga dikalkulasikan berdasarkan
masa kerja dengan besar minimum dua kali gaji
per bulan dan maksimum 12 kali gaji per bulan
ditambah penggantian fasilitas pengobatan sebesar
5% dari uang pesangon dan jasa ditambah penggantian
fasilitas perumahan sebesar 10% dari uang peasngon
dan jasa ditambah faktor umur. Besar minimum 10
kali gaji per bulan untuk umur di bawah 55 tahun
dan tiga kali gaji per bulan untuk umur di atas
55 tahun. Manfaat tambahan lain yang diberikan
adalah tunjangan hari raya dan kompensasi yang
berhubungan dengan cuti.
Formula di perbankan memang menarik dan membuat
iri industri lain. Ini industri yang formulanya
hampir sama dengan perbankan adalah industri mining
dan oil. Tapi, memang, setiap formula punya sisi
positif dan negatifnya.
Apa sisi positif dan negatifnya?
Formula yang dikemas dengan cantik akan bisa memuaskan
para karyawannya. Itu sisi positifnya. Tapi, di
sisi lain, jika formula tersebut dikemas dengan
cantik si karyawan yang berpotensi malah juga
turut tertarik formula tersebut.
Sebenarnya, ada dua cara yang bisa dilakukan dalam
menawarkan suatu formula. Pertama, formula ini
ditawarkan tidak secara bebas agar karyawan yang
berpotensi tinggi tidak kabur. Jadi, formula ini
hanya ditawarkan kepada karyawan yang kurang bagus
performanya. Kedua, formula ini ditawarkan secara
bebas kepada semua karyawan. Di perbankan, mereka
lebih memakai cara Penawaran formula secara bebas
kepada karyawan. Mereka tidak perlu takut akan
kehilangan karyawan berpotensinya.
Kenapa tidak perlu takut?
Karena, lingkup perbankan itu tidak begitu besar.
Seandainya mereka keluar, biasanya, pindahnya
ke financial institution juga. Intinya, mereka
yakin bahwa orang – orang yang berpotensi
pasti akan stay di situ.
Apa bankir yang berpotensi bagus di bank X bisa
tidak terpakai di bank hasil merger jika tidak
sesuai dengan misi dan visi bank tersebut?
Ya jika bank baru ini sangat berbeda visi dan
misinya dengan bank yang lama.
Berdasarkan pengalaman Anda, cocokkah posisi para
bankir itu sebenarnya dengan di tempat mereka
bekerja sebelumnya?
Banyak yang tidak cocok.
|